[gallery]
Hari ini, saya diajak Husni Munir street hunting foto bersama teman-teman fotografer.net. Sejak malam sebelumnya, Husni memang sudah nginep di tempat saya. Maklum, rumah dia rada nun jauh di sana, jadi daripada bangun kepagian buat ngumpul di Gambir, mending pilih bermalam di rumah saya. Dari kemarin-kemarin Husni sudah manas-manasi saya biar terkontaminasi kamera juga. Tapi sengaja, saya jauh-jauh kalo dia lagi provokasi. Gak apa-apa deh jadi objek dia latihan aja, ketimbang saya kena racun kamera: soalnya kalo pengen harganya lumayan mahal (hiks).
30 Juni 2008
24 Juni 2008
Young writers test the limits of teenlit
Daniel Rose, Contributor, Jakarta | The Jakarta Post, 05/11/2008
[caption id="attachment_173" align="alignleft" width="399" caption="DYAN NURANINDYA: (JP/R. Berto Wedhatama)"]
A man who works in marketing and rarely reads fiction said that whenever he heard the word "writer", the first thing that crossed his mind was eccentricity.
His definition of "eccentricity" is introverted and quiet on one hand; extroverted and rebellious on the other. In short, he thinks writers are a strange breed. Where did he get this idea? "The Hours and Finding Forrester," he answered.
Three young writers sat in the waiting room of Gramedia Pustaka Utama (GPU) publishing company one afternoon - two girls and a guy. The girls, Ratih Kumala and Dyan Nuranindya, were wearing T-shirts, and the guy, Fadil Timorindo, wore a washed-out jacket and skinny jeans. There was nothing eccentric about their appearance.
Kata kunci:
Arsip Media,
chiklit,
daniel rose,
dealova,
dyan nuranindya,
fadil timorindo,
jakarta post,
Literature,
martin aleida,
novel pop,
penulis muda,
ratih kumala,
Tabula Rasa,
teen,
teenlit,
the jakarta post,
writers
15 Juni 2008
Para Peburu Hantu -Lokal dan Internasional-
Sekitar empat atau lima tahun lalu, daripada pacaran, saya termasuk salah satu orang yang lebih memilih nonton acara Dunia Lain di Trans TV. Sambil takut-takut sekaligus penasaran, saya mengumpulkan keberanian untuk menonton Dunia Lain. Segmen "Uji Nyali" di acara ini adalah bagian kesukaan saya. Saya ternganga ketika seorang ibu yang sedang uji nyali di sebuah ruangan yang ada gong besar, tiba-tiba gong tersebut bergerak-gerak. Dan tentu saja, yang paling bikin adrenalin saya berderis hebat adalah ketika mereka syuting di Lawang Sewu, Semarang --tempat paling angker sedunia! Kamera menangakap sosok setan perempuan, dan spontan peserta uji nyali teriak-teriak minta keluar. Konon, gosip yang beredar, seminggu kemudian peserta uji nyali meninggal dunia --katanya diikuti hantunya. Hiiiiiiiyyyy....
Kata kunci:
Add new tag,
dunia lain,
hantu,
Journal,
Review,
serem,
TAPS,
uji nyali,
uka-uka
04 Juni 2008
Dua Delapan!
Hari ini saya tambah tua. Semoga juga tambah dewasa....
03 Juni 2008
"Foto Ibu"
Ilustrasi oleh Wiediantoro
Sudah kupikir masak-masak; jika aku kelak membuat tato, maka tato itu adalah wajah ibuku. Akan kuukir di kulit punggungku, lebih tepatnya lagi di bagian tengah punggung agar tak kelihatan jika aku memakai baju berpunggung agak rendah, atau kaos yang terlalu tinggi potongan pinggangnya, atau baju renang. Aku tak ingin ibuku melihatnya. Tentu ia akan mengamuk jika tahu aku membuat tato, meskipun itu tato wajahnya. Aku bisa membayangkan ibuku akan berkhotbah; orang yang ada gambar di kulit, shalatnya tidak akan diterima, lalu akan masuk neraka. Sayangnya aku tak percaya neraka itu ada, seperti pesimisnya aku akan keberadaan surga. Yang aku percaya adalah reinkarnasi. Tapi ibuku percaya, dan aku tak mau mengecewakannya. Cita-cita ibuku adalah: kami sekeluarga—Ibu, aku, kedua adikku, dan bapakku— masuk surga bersama-sama. Sedang cita-citaku adalah: di kehidupan yang akan datang, aku ingin dilahirkan sebagai ibu dari ibuku agar aku bisa membalas kasih sayangnya di kehidupan yang sekarang.
Kata kunci:
cerpen,
foto,
ibu,
kompas,
Literature,
ratih kumala,
selingkuh,
Short Stories
Langganan:
Komentar (Atom)