Goodbye, Moonwalker...
I'll see you in the moon.
You will always be in my heart.
Forever.
(to MJ, 08/29/1958-06/25/2009)
28 Juni 2009
in memoriam: MICHAEL JOSEPH JACKSON (1958-2009)
17 Juni 2009
Betawi versus Modernisasi
Oleh Muhammad Amin
Sampai saat tanah moyangku
tersentuh sebuah rencana dari serakahnya kota
terlihat murung wajah pribumi
terdengar langkah hewan bernyanyi
Itulah sebait syair dari lagu “Ujung Aspal Pondok Gede” yang dilantunkan penyanyi kawakan Iwan Fals. Nyanyian itu merupakan satu dari suara kegetiran orang-orang Betawi, penduduk asli Jakarta yang perlahan mulai terpinggirkan oleh modernisasi. Kawasan Pondok Gede sendiri kini sudah menjadi kawasan yang ditumbuhi gedung-gedung, tidak lagi kawasan asli Betawi di zamannya yang nyaman dan asri.
Kisah dalam novel ini bermula dari banjir Jakarta yang entah mengapa menjadi jadwal musiman. Haji Jaelani adalah salah satu warga Betawi yang harus menerima akibat dari perkembangan Jakarta, dan juga menerima konsekuensinya. Salah satunya adalah banjir akibat hilangnya banyak sekali resapan air yang dulu tersedia.
10 Juni 2009
Novel KRONIK BETAWI Bisa Pesan di Sini :)
KRONIK BETAWI
Jenis : Fiksi/Novel
Penulis: Ratih Kumala
Penerbit: Gramedia Putaka Utama, 2009
Tebal: 268 halaman
Buat teman-teman yang males ke toko buku, novel Kronik Betawi bisa dipesan langsung lewat saya :)
Novel Kronik Betawi bercerita tentang perjalanan kota Betawi dan anak daerahnya menghadapi modernisasi dan menepis berbagai persepsi miring terutama dari para pendatang. Kerelaan berbagi dengan kaum pendatang dalam mengais rejeki di ibukota ternyata tidak sebanding dengan dampaknya. Kota Jakarta bagai bukan milik penduduk aslinya lagi. Diceritakan, pembangunan yang sembarangan dan pertumbuhan permukiman bahkan telah menghilangkan asal-usul serta sejarah beberapa tempat.
Novel ini khas Betawi. Menghibur, menyindir, dan ceplas-ceplos. Sebuah pengingat, dokumentasi, dan apresiasi bagi nilai-nilai dan keluhuran budaya Betawi yang patut dibanggakan.
Harga bukunya Rp. 40.000,- dan saya tidak menarik biaya pengiriman, selama masih di Indonesia. Tapi buat yang di luar negeri, so sorry... kena biaya kirim ya (maklum, paketinnya mahal hehe).
Kalau tertarik, silakan transfer ke:
BCA No.Rek. 1530234017
atasnama Ratih Kumala.
Lalu, konfirmai lewat email ke ratihkumala@gmail.com, jangan lupa mencantumkan alamat pengiriman dan nomor telepon (just in case). Novel Kronik Betawi segera dikirim setelah pembayaran diterima.
07 Juni 2009
Betawi Jaman Doeloe
Kita semua tahu, Jakarta telah berubah sedemikian rupa. Tapi seperti apakah Jakarta (alias Betawi, alias Batavia) sebelum perubahan itu ada? Sebelum gedung menjulang tinggi, sebelum jalan padat merayap, sebelum orang berkerumun bak rayap. Saya menemukan video menarik di YouTube.com yang diposting oleh falkonungu. Selamat menonton video pendek ini. Semoga kita makin menghargai ibukota ini.
Saya sering berpikir seperti apa Jakarta jaman dulu. Menulis Kronik Betawi lebih banyak membuka memori tentang Jakarta ketika saya masih kecil. Betapa semua berbeda ketika beberapa waktu lalu saya kembali ke Pondok Gede, rumah di mana saya dibesarkan. Rumah Sakit Husni Tamrin bukan lagi sebuah klinik bersalin kecil seperti ketika adik saya yang paling kecil dilahirkan. tanah pekuburan di depan gang masuk menuju rumah saya kini telah diratakan dan konon tulang belulang manusia sudah dipindahkan dari situ. Jalan gang yang dulu besar, kini serasa pendek dan sempit, sedangkan kebun kecapi yang dulu luas dan penuh nyamuk telah disulap jadi rumah bertingkat.
Buku saya keempat, Kronik Betawi , bercerita tentang Jakarta dari jaman penjajahan Jepang (tahun '40-an) hingga awal era Reformasi (1998). Tiga tokoh yang merupakan anak daerah, yaitu Jaelani, Jarkasi dan Juleha (beserta garis keturunan keluarga mereka) tiba-tiba tergusur dan tergeser. Novel ini sengaja saya tulis dengan sangat ringan dan sederhana, jauh dari kesan "high-literature" yang jelimet. Ini adalah persembahan saya untuk kota kelahiran saya, Jakarta. Selamat membaca dan selamat makin mencintai Jakarta.
04 Juni 2009
"D" Day
Happy birthday to my best friend: ME
Here I give you the best gift ever: YOUR 4th BOOK
May you never forget who you are, and where you belong
And always believe, even when destiny calls you not to have a long-life,
you have done your best for yourself and people around you....
Langganan:
Komentar (Atom)