Masyarakat Samin adalah suku pedalaman yang ada di daerah Blora, kota kecil di Jawa Tengah. Sebagai orang yang sempat tinggal di daerah Jawa Tengah, saya lumayan akrab dengan kata “samin”. Kata ini biasanya berkembang fungsinya dalam percakapan sehari-hari sebagai ejekan yang artinya “gila”.
28 Februari 2008
Masyarakat Samin dalam Film Layar Lebar
Masyarakat Samin adalah suku pedalaman yang ada di daerah Blora, kota kecil di Jawa Tengah. Sebagai orang yang sempat tinggal di daerah Jawa Tengah, saya lumayan akrab dengan kata “samin”. Kata ini biasanya berkembang fungsinya dalam percakapan sehari-hari sebagai ejekan yang artinya “gila”.
26 Februari 2008
Film Pendek Bukan Kerja Pendek
Belum lama, seorang teman datang berkunjung. Ada yang menarik yang dibawanya, film pendek buatannya!
Alkisah, seorang gadis buta yang hidup dengan mendengar dan meraba. Hidupnya kesepian meski ia datang dari keluarga berada, ibunya telah meninggal dan ayahnya terlalu sibuk dengan pekerjaan. Di tempat lain, seorang preman yang tuli dan gagu merencanakan untuk merampok sebuah rumah; rumah tempat tinggal gadis buta. Suatu hari, ketika gadis buta sedang sendirian, pencuri itu masuk. Interaksi kemudian terjadi, antara gadis buta yang mengira perampok itu adalah ayahnya dan perampok tuli/gagu yang tak mau menyakiti gadis buta tersebut.
20 Februari 2008
Jalan Sesama - Sesame Street Indonesia
Ah, akhirnya tayang juga! Tahun lalu, selama satu tahun saya lumayan berpusing-pusing ria untuk membuat naskah acara ini; Jalan Sesama. Selain karena Sesame Workshop punya aturan khusus untuk penulisan naskahnya, juga jatah tulisan yang lumayan banyak yang harus kami selesaikan. Kami berempat; aku, Uky Atmamihardja, Devi Permatasari dan Pahala Sigiro kerja kelompok dipimpin oleh Trusye sebagai headwriter sekaligus scriptwriter juga.
19 Februari 2008
"Ah Kauw"
Sudah hampir dua puluh lima tahun Ah Kauw menjadi penggali kubur. Jika kau mengira ia bekerja sebagai penggali kubur bagi mereka yang mati, maka kau salah.
Tadinya ia menggali kubur untuk orang yang sudah mati, seperti penggali kubur kebanyakan. Sampai suatu hari, Koh Hien, orang yang dikenal Ah Kauw sebagai pemilik toko yang menjual barang-barang untuk keperluan kematian orang-orang Tionghoa, menawarinya pekerjaan yang lebih menghasilkan uang di Jakarta.
Baca selengkapnya di sini: Suara Merdeka, 17 Februari 2008 (Home-Entertainment-Cerpen)
18 Februari 2008
"The Man Across The Street"
Would you believe I have been in this nursing home for 20 years? I wonder why I have outlived all my friends. It's not like I ever prayed for a drawn-out "life-sucking" existence.
Being old is no fun. I have had three strokes and three heart attacks. My doctor reckoned the third heart attack would take me out. He was wrong.
My kids and grandchildren say they are happy I'm still here.
So why did they put me in a home? I hate it here; gathered together with the other old folk.
I want to be cremated like my friends. I want my ashes to be poured into the sea, as were my son's and my husband's more than 10 years ago.
Baca lanjutannya / Read more at The Jakarta Post, 17 February 2008
Langganan:
Postingan (Atom)