Harus saya katakan, Tiga Bayangan (Gramedia Pustaka Utama) tidak menyuguhkan happy ending (ups... sory buat yang belum baca). Cerita ini diakhiri dengan kesimpulan: hidup terus berjalan, sesakit apapun masa lalumu. Louis dan Lise punya anak lagi, yang mengggantikan Joachim, meski mereka tak pernah bisa melupakan putranya itu.
Cyril Perdrosa adalah komikus asal Perancis yang pernah terlibat dalam produksi film Disney, yaitu The Hunchback of Notredame dan Hercules. Saya tidak terlalu mengenal budaya tradisional Perancis, jika memang kehidupan desa di sana seperti yang digambarkan dalam novel grafis Tiga Bayangan. Perancis yang selama ini saya tahu (dari televisi dan majalah) adalah negara yang penuh gaya, orang-orang bersliweran di jalan dengan fesyen bermerk Internasional. Membaca Tiga Bayangan, saya merasa sangat jauh dari kesan Perancis selama ini yang saya kenal, sehingga saya sangat akrab dengan cerita-cerita macam ini: kehidupan desa yang sederhana, kepercayaan orang-orang terhadap hal-hal gaib, juga kebiasaan menipu orang-orang yang sedang terdesak/susah (hihihihi... akuilah!). Hal-hal macam ini biasa kita temui di Indonesia.
Meskipun saya bukanlah seorang komikus, tetapi saya sangat menyukai gambar-gambar komik. Meskipun (juga) saya bukan ahli menggambar, saya suka memperhatikan gambar-gambar orang lain dan mereka-reka seperti apa prosesnya. Berbeda dengan komik Jepang yang identik dengan manga, setiap komikus asal Perancis memiliki ciri khas sendiri. Perhatikan Marjane Satrapi, komikus novel grafis Persepolis, meskipun ia asal Iran, tetapi ia mengenyam pendidikan di Perancis yang kemudian membesarkannya sebagai komikus. Ia menggunakan tinta cina (sebuatan di Indonesia), berbeda pula dengan David B., komikus novel grafis Epileptik yang konstan menggunakan mata pena. Cyril Pedrosa menggunakan media campuran, meski lebih banyak menggunakan pensil sebagai sketsa gambar, ia juga menggunakan tinta yang kelihatannya dibusel (maaf lahir batin kalo salah isitilahnya... namanya juga cuma penikmat, bukan ahlinya, hehehehe).
2 komentar:
simple ya gambarnya?? enak gah novelnya?
mampir dulu ah.....hmmm saya termasuk penggemar novel grafis .. karena bahasa gambar menurtu saya punya daya pikat tersendiri....
Posting Komentar