17 Maret 2010

Selamat merokok, sodara-sodara!

Saya tidak terlalu suka dengan urusan politik. Saya juga merasa terganggu membaca koran yang isinya cuma korupsi, kolusi, nepotisme, gontok-gontokan di DPR, dll. Sebab itu, saya berusaha untuk tidak peduli. Tapi ketika mendengar berita bahwa Bloomberg membayar Rp. 3,4 milyar kepada Muhammadiyah agar mengharamkan rokok, saya merasa marah.

Bukan karena saya merokok, tidak. Saya tidak bisa merokok. Pernah mencobanya beberapa tahun lalu, dan saya norak sekali soal hal ini: saya tidak bisa merokok. Saya juga benci dengan asap rokok, apalagi yang tercampur dengan AC di ruangan tertutup. Saya sangat setuju dengan imbauan bahwa merokok membahayakan kesehatan, amat sangat setuju. Tapi ketika rokok akan diharamkan, saya amat sangat tidak setuju.